Cinta pada Slurp-an Pertama
Lebaran tahun ini, aku pulang ke kampung nenek ku yaitu di serbelawan. Beberapa hari hanya di habiskan di rumah karena menunggu kerabat untuk silaturahmi datang ke rumah (maklumlah nenek, adalah yang tertua). kelamaan di rumah, bosen jadinya. Lebaran ke-5 aku dan sepupu ku pergi jalan untuk ke pematang siantar. Nah, memang dari awal sudah merencanakan untuk beli minuman kesukaan, sudah searching di google katanya ada, ehh pas ditanya ke orang-orang di sekitar taman merdeka Pematang Siantar mereka ga tahu. Ya sudahlah, terpaksa ganti plan.
Pada waktu, aku langsung teringat
kalau kota Pematang Siantar terkenal dengan kopi Kok tong nya. aku pernah search
juga di internet juga, katanya harganya murah dan ramai gitu. Setelah searching
di map ternyata jaraknya cuman 10 menit dengan berjalan kaki. oke, aku putuskan
untuk jalan kaki, biar ga muter-muter dan hemat parkir... alasan kedua yang
paling jadi petimbangan..hihihi... Perkiraan map bener, kami sampai di tempat pas 10 menitan.
Awal kali ketika sampai, aku lumayan kaget juga ya, wah ga ada yang
kerudungan, dan lumayan banyak chinese juga. Hmmm... tapi yah masak kopi pakai
sesuatu hal yang tidak halal, lalu aku melihat beberapa waiters nya pakai
kerudung. Well, oke aman minum itu. waktu itu cuman tersisa satu meja kosong,
alhamdulillah masih dapet meja. Untuk cara mesennya binggung sih, apa ke
kasirnya, apa mbaknya yang nyamperin. Karena sudah duduk tapi ga di samperin
akhirnya ya aku langsung ke kasir. Waktu itu aku tanya, kopi apa saja yang
sering di pesen orang. Mbanya hmmm jawabnya ketus “ya semua kopi, mbaknya
maunya kopi apa?”. Terusnya mbaknya jelasin, kalau di sana ada kopi hitam
panas/dingin dan ada kopi susu panas/dingin. Karena lumayan panas dan kesel
juga karena ke-jutekan mbaknya akhirnya pesenya kopi susu yang dingin.
Sekitar 2 menitan, kopi sudah datang. Mbaknya sigap banget pas
nganterinnya, dia langsung bawa dua kopinya sama dua air putih digelas kecil
begitu tanpa nampan. Jadi tiap pesen kopi dapet air putih. Biar lidahnya
bersih, aku memulainya dengan minum air putih. Habis seteguk, baru mulai untuk
minum kopi susu dingin kok tong. Slrupppppp, aku kaget, terkesima, pokoknya aku
terdiam dan habis itu ngomong ke sepupu, “wuih enak banget dek kopinya”. Asli
ya, rasanya enak banget jadi rasanya kopinya kerasa banget, susunya juga, tapi
ga terlalu manis, pokoknya pas banget di lidah. Jadi manis gurih gitu. Langsung
slurp-an kedua, aku minumnya dengan seksama, aku amati rasanya sambil memejamkan
mata, *lebay ya, itu sangking nikmatnya.
0 komentar