TANGKAHAN, MENGAJARIKU UNTUK MELAWAN BATAS
Pergi ke tangkahan merupakan impian yang sudah kubulatkan untuk dicapai di tahun 2021. Ini berawal dari film semesta yang diproduseri oleh Nicholas Saputra. Film tersebut bercerita mengenai banyaknya kerusakan alam dan bagaimana ada beberapa komunitas yang coba untuk mencoba memperbaiki alam dengan langkah-langkah kecil yang berdampak pada lingkungan. Hal juga yang membuat saya untuk kembali menjadi motivasi untuk melakukan diet plastik. Pikirku “agar lebih kuat lagi motivasinya untuk diet plastik, aku harus ke sana- ke tangkahan untuk melihat gajah” kutuliskan hal tersebut di wishlist buku target ku.
Sempat terkendala budget, tidak adanya teman, kerjaan yang terus menggunung menjadi alasan untuk sudahlah sepertinya pergi ke tangkahan adalah hal yang tidak bisa kita capai di tahun 2021. Mencoba untuk berdamai dengan diri di akhir tahun. Sambil menutup sedih catatan dan melingkari bahwa pergi ke tangkahan adalah hal yang tidak bisa dicapai.
Di tahun 2022 ternyata hal tersebut terwujud. Ini bermula dari selingan cerita di kantor mengenai destinasi yang pernah dikunjungi. Dia mengatakan bahwa dia suka ke tangkahan. seakan gayung pun bersambut. Wahhh bisa nih batinku. Tanpa berpikir panjang dan akhirnya kami membuat rencana untuk pergi ke tangkahan. Ternyata tidak hanya aku yang riang gembira mendengar rencana tersebut, banyak temanku juga merasakan hal yang sama. Dibuat lah deadline kapan keputusan terakhir untuk pergi. Setelah pas tanggalnya eh ternyata hanya 3 orang yang bisa. Ngeri- ngeri sedap kalau kata orang medan. Pergi ke Tangkahan, tidak ada lelaki dan pergi di malam hari. keputusan pergi di hari jumat sore menjelang malam dikarenakan kami ingin di hari minggu bisa fokus untuk beristirahat.
ketika hari H pergi, antusias sekali meskipun siangnya sudah lelah karena harus motoran untuk kerjaan. Sorenya ketika teng wrap up selesai, langsung ganti kaos dan menenteng tas carrier untuk langsung pergi. Kami langsung bergegas untuk pergi ke Tangkahan dengan mengendarai sepeda motor. Untungnya satu temanku ada yang pernah ke Tangkahan dan sudah beberapa kali ke sana, sehingga untuk masalah per map- an sudah tidak ada masalah lagi. Berkisar jam 18.30 kami pun memutuskan untuk berhenti untuk berbuka puasa dan sholat magrib kebetulan aku dan satu temanku lagi sedang berpuasa.
Makan dan sholat dilakukan dengan tergesa. Tepat di jam 19.00 kami langsung melanjutkan perjalanan kami yang sudah separuh jalan. Ternyata jalan yang dilalui penuh dengan perkebunan sawit dan minim rumah penduduk. Antara takut dan bersemangat untuk bisa menaklukan tantangan bercampur jadi satu. Pandangan hanya fokus ke depan. Disepanjang jalan yang aku pikirkan hanya satu “besok aku ketemu gajah”. Masalah begal, begu ganjang dan hal-hal aneh yang lainya coba aku tangkal dengan motivasi itu. Dan sepanjang jalan aku katakan kepada temanku “mamaku bangga punya anak seperti aku”. Karena bagiku perjalanan malam, ditengah hutan adalah hal yang tak lazim dilakukan oleh perempuan dan begitu seksi bagiku.
Alhamdulillah, ternyata kami sampai ditempat tujuan setengah jam lebih cepat dari perkiraan. makin bertambah rasa banggaku. Lega rasanya sudah bertemu dengan ranger yang besok bakalan menjadi pemandu kami. Karena ada perjalanan berkisar 30 menit untuk masuk ke dalam dan itu beneran gelap dan berbatu. Namun untungnya sudah dipandu dengan mereka yang sudah tau medan perjalanan di sana. Jalanan makin parah, penuh dengan batuan, dan terkadang jumpa dengan tanjakan. Untungnya motor supra ku sama kuatnya dengan semangatku. masih sama dengan sebelumnya mulutku tidak henti-hentinya untuk mengatakan “mamakku pasti bangga punya anak perempuan seperti aku”. karena medan jalan yang ditemui lebih parah dari yang sebelumnya.
Sampailah kami di penginapan tepat pukul 22.00. Tidak banyak hal yang bisa diceritakan ketika di penginapan, karena setelah hari itu ditutup dengan bebersih, sholat dan tidur untuk mengumpulkan energi untuk besok. Tidur terasa tidak tenang, bukan dikarenakan masalah tempat namun aku memang aku agak sulit untuk bisa langsung nyaman tidur di tempat yang tidak bisa kutiduri.
Moment yang sudah diimpikan sejak tahun 2021 akhirnya tiba. setelah menyeruput mie kuah kami langsung mulai dengan melihat gajah. senang yang muncul berbeda dengan yang biasa. Masih berasa ga nyangka apa yang akhirnya aku bisa kesana. Dari kejauhan kupandang tingkah lucunya gajah. begini ternyata secara dekat hewan yang berperan penting dalam ekosistem hutan. Rasa puas, haru muncul disaat yang bersamaan. Akhirnya aku bisa.
Tidak berhenti di gajah, ada beberapa destinasi yang harus kami jalani. Aku sebutnya susur sungai. Untuk susur sungai aku tidak begitu excited karena sebelumnya aku sudah beberapa kali melakukannya. Namun tetap bagiku tangkahan adalah yang paling istimewa. dikarenakan banyak spot air terjun yang bagus, dan tebing yang tinggi ditutupi dengan rimbunnya pohon yang semakin membuat takjub. Hal yang lainya dilakukan yah seperti susur sungai biasa.
bagiku yang berkesan di sini adalah rasa puas yang terbayarkan dan keberanian melawan batas.
dear tangkahan, I will come there again one day soon.



0 komentar