Berpikir Kritis, Perlukah?

Kita masih sering terjebak oleh pemahaman bahwa berpikir kritis hanya akan digunakan dalam ranah akademis. Bahwa penggunaan berpikir kritis dalam konteks kehidupan sehari-hari yang cenderung simple, malah hanya memakan waktu. sehingga apakah perlu untuk berpikir kritis? 


Keinginan aku untuk membahas berpikir kritis, dikarenakan topik ini menjadi topik yang diminati pimpinan di perusahaan aku untuk dibahas dalam briefing pagi. Jadi di kantor ku, kita biasa untuk melakukan briefing pagi yang tujuannya untuk menambah wawasan yang dapat digunakan dalam proses kerja. 


Nah, pimpinan aku sering banget untuk meminta pembahasan mengenai berpikir kritis untuk dibahas lebih dalam. Misalnya nih, seharusnya tema mengenai berpikir kritis itu hanya dibahas 3 hari, namun beliau bisa menambahkannya menjadi 2 kali lipat, which is 6 kali. 


Aku sempat bertanya juga sih, emang butuh sedalam itu kah kita harus mengkaji mengenai berpikir kritis? apa yah gak cukup dipahami apa itu berpikir kritis, terus membahas bagaimana penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.  


Nah hasil dari pengamatan dan perenungan inilah akhirnya aku juga tersadar pentingnya mengapa kita harus berpikir kritis. Untuk tau mengapa kita harus berpikir kritis, maka sebaiknya kita bedah dulu nih apa sih itu berpikir kritis. 


Berpikir kritis terdiri dari dua kata, yaitu “berpikir” dan “kritis”. Berdasarkan makna dari KBBI, bahwa berpikir itu adalah menggunakan akal budi untuk mempertimbangakan dan memutuskan sesuatu. Sehingga ada data yang itu diolah yang tujuannya untuk make decision. kalau kritis itu maknanya adalah tidak lekas percaya, tajam dalam melakukan penganalisisan. 


Sehingga dari kedua definisi kata tersebut maka kita dapat menyimpulkan bahwa berpikir kritis itu adalah kemampuan untuk menganalisis dengan jernih suatu data untuk pengambilan keputusan dan apa yang hendak kita percaya. 


Kita coba contohkan dalam kehidupan kita sehari hari yah, agar lebih real tuh mengenai apa itu berpikir kritis. Misalnya kita mendapatkan berita mengenai “Virus Korona Sengaja Disebarkan Rezim Tiongkok untuk Membasmi Umat Islam di Wuhan”. 


Kita harusnya melihat dulu dari siapa kita mendapatkan berita tersebut. Apakah media yang menampilkan berita tersebut adalah media yang kredibel untuk mengabarkan sebuah berita, seperti kompas.com, CNN, detik.com, dan portal berita lainya yang sejenis. setelah itu kita bisa melihat berita yang sama dari media yang berbeda. Sehingga dari itu kita dapat mengambil kesimpulan apakah kita bisa mempercayai kebenaran berita tersebut atau tidak. 


Apakah dampak yang diakibatkan apabila kita langsung mempercayai berita yang di atas? pertama, berita tersebut akan menimbulkan perpecahan antara umat Islam karena menganggap saudara muslim di wuhan disakiti oleh warga cina yang notabene nya adalah budha. Kedua, ini akan menimbulkan kebencian yang bisa berakibat kepada konflik antara ras dan agama di Indonesia. 


Dalam konteks lain misalnya lagi ketika kita ingin memilih jurusan kuliah, pemilihan jurusan hanya didasarkan kepada ajakan teman, dan tidak mengkritisi apakah jurusan itu sesuai atau tidak dengan diri kita. Apabila seperti itu, maka ketika kuliah nanti, dalam prosesnya pastilah menghadapi banyak masalah. karena ternyata jurusan tersebut tidak sesuai dengan passion. Dan ternyata juga tidak memiliki bakat dalam hal tersebut. Maka akan terasa sangat berat dan bisa jadi kita depresi karena selama 4 tahun bergelut dengan hal yang tidak kita bisa dan tidak kita cintai.


Sehingga sebaiknya kita harus berpikir kritis, untuk menanyakan kembali. Apakah iya, bahwa itu adalah pilihan jurusan yang terbaik. Tanyakan kepada ahli psikologi, konsultan dalam karir, dan yang sejenisnya untuk mengetahui hal-hal apa saja yang butuh dipertimbangakan dalam memilih jurusan. 


Dan melakukan riset yang lainya, seperti nonton youtube yang membahas mengenai proses pemilihan karir, membaca buku, dan lain sebagainya. sehingga keputusan yang dibuat bisa bijaksana .



Sehingga dari ini kita dapat menyimpulkan bahwa berpikir kritis itu penting. karena ketika tidak berpikir kritis maka akan menimbulkan dampak yang tidak baik dan bahkan merugikan diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita. 









Share:

0 komentar